Tentang Moral Story


Pada tingkat nasional Indonesia terjadi pertarungan politik terkait isu kekuasaan dan akses ekonomi nasional serta kebusukan koruptor dan perampok kekayaan bangsa. Pemenangnya sudah dapat diduga. Tetapi sudahlah, mungkin belum waktunya idealisme dan keadilan menang. Kepergian Dr. Sri dari pengelolaan ekonomi nasional Indonesia jelas akan berdampak hebat serta telah menghancurkan kredibilitas pemerintahan sekarang. Tanpa disadari, penguasa saat ini tidak melihat bahwa titik kritis Indonesia adalah pada tahun 2014 yaitu saat pertarungan calon pemimpin nasional yang sesungguhnya terjadi. Tanpa performance ekonomi yang tinggi dan apabila angka pengangguran dan kemiskinan tidak menurun secara signifikan, maka pemerintah saat ini akan gagal total dan Partai Demokrat akan melorot tajam. Gambaran yang lebih buruk adalah turunnya kepercayaan investor, menurunnya devisa, melambungnya hutang, tetap tingginya angka penggelapan Pajak khususnya dari kelompok pemenang pertarungan konflik Bank Century dan penggelapan pajak, hancurnya kredibilitas Kepolisian dan KPK dengan performa penyelesaian delik kasus korupsi yang sangat rendah, serta puncaknya adalah tidak tercapainya pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan secara bertahap dari 5…6…hingga 7% lebih. Akibatnya publik marah besar, maka Presiden akan diturunkan ditengah jalan yaitu sekitar tahun 2013. Jaminan dari para pemenang konflik Bank Century tidak dapat dipercaya, hal ini merupakan catatan sejarah Indonesia dan merupakan track record dari mereka.
Kisah kedua, pada tingkat internasional ada sebuah isu pinggiran yang menjadi central ketika Perdana Menteri Inggris David Cameron menyampaikan komentar bahwa situasi di Papua Barat buruk dan dia bersimpati kepada rakyat Papua. Tidak tanggung-tanggung, kelompok separatis Papua yang merupakan link di jaringan di Papua, Jawa dan di luar negeri khususnya di Inggris segera melakukan manuver menyampaikan selamat dan permohonan agar PM Inggris yang baru tersebut memberikan perhatian khusus kepada Papua, atau bahkan mendukung kemerdekaan Papua sebagaimana disebarluaskan oleh mereka. Sebuah kerja keras yang luar biasa, dan kemana dan dimana segenap aparat keamanan intel, TNI, Polisi dibutuhkan untuk mencegahnya? Kelemahan terbesar tentunya berada di tangan intelijen yang sangat rendah performanya baik di dalam maupun di luar negeri. Kelemahan dalam pengelolaan Papua menjadi tambahan kegagalan terbesar pemerintah Indonesia saat ini, dan diperkirakan puncaknya akan terjadi menjelang pemilu 2014. Presiden akan jatuh menyakitkan apabila tidak melakukan tindakan yang tepat dalam penyelesaian masalah ini secara terhormat.
Bahwa telah terjadi kerusakan dalam rumah besar ini, hal yang wajar, apa cerita moralnya? Kisahnya, bahwa kita sebagai bangsa tidak pernah menghayati arti persaudaraan Nusantara untuk saling menolong dalam kebaikan dan saling menasehati untuk menghindari kejahatan. Bangsa Indonesia yang terdiri dari rumpun Melayu Tua, Melayu Muda, Melanesia, serta ratusan bahkan ribuan suku-suku yang kecil belum menghayati pentingnya dialog, diskursus dalam membangun jati diri kita bersama.
Cerita moral yang lain adalah adanya arogansi pada saat kita tampak lebih kaya atau lebih pintar sehingga menindas yang miskin dan bodoh. Seharusnya bila kita dalam keadaan lebih mampu wajib untuk menolong saudara kita yang kesulitan di berbagai kawasan di Indonesia. Kita bisa saja menuturkan lebih banyak lagi cerita moral tentang kerusakan kebangsaan Indonesia. Tentang ketidakpedulian kita kepada alam kita yang semakin hancur, tentang perilaku sewenang-wenang karena memiliki akses kepada senjata dan kekuasaan, tentang perilaku korupsi, tentang kemalasan kita dalam berpikir dan bertindak, tentang rendah dirinya bangsa kita, tentang keserakahan pada kekuasaan, tentang ketakutan kita untuk kehilangan kekuasaan dan harta, tentang ketidakpedulian kita pada orang miskin, tentang kesombongan kita sebagai pejabat, tentang berbagai hal yang membuat kita mundur.
Kita dapat berkaca melihat situasi di Filipina dan Thailand, yang lebih dahulu dianggap demokratis dibandingan Indonesia. Bahkan Filipina puluhan tahun silam sudah demokratis dengan people powernya, tetapi di tahun 2010 ini terjadi pembunuhan politik. Thailand juga termasuk negara yang menjanjikan dengan sistem demokrasi dan sekarang apa yang terjadi dengan korban jiwa teror bom dan bentrokan bersenjata anatara kaum kaos merah dengan aparat keamanan tentunya menjadi catatan serius bagi Indonesia. Apakah kita dapat menepuk dada dan yakin hal yang sama tidak akan terjadi dengan Indonesia di masa depan, khususnya menjelang 2014?
Silahkan sahabat  pengunjung merenungkan.

0 Response to "Tentang Moral Story"

Posting Komentar

Putra Samay. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

My Blog List