Catatan Puisi-Solidaritas Seorang Anak Kecil






 
Matahari sungguh panas
Cahayanya terang
Seorang anak kecil berjalan membawa bekal pendidikan
Meraih mimpinya dengan semangat
Menuju sekolah tercinta

Seorang anak kecil berjalan
Membawa sebilah pedang berpikir
Mengasah ketajaman mental dan pemikiran
Diantara kerasnya kehidupan

Seorang anak kecil berjalan
Menapaki setapak jalur kemakmuran
Menjelajahi makna pendidikan
Mencari kebenaran dibalik gersang – gersang tembikar
Menelusupi  semak – semak belukar kegundahan

Seorang anak kecil menangis
Meratapi tanah kelahirannya hilang
Ditelan ketidakadilan, orang bilangnya
Disapu panasnya api kesingsaraan
Ditebas ganasnya kuasa kapitalis

Seorang anak kecil meratapi
Berdiri dengan akal kosong
Diatas tumpukan tanah penahan semburan kebiadaban
Menatap langit yang gelap
Wajahnya yang menghitam setelah tersengat matahari
Kini matahari itu hilang
Hilang entah kemana

Seorang anak kecil berharap
Tanah pusakanya kembali
Tanah airnya menghijau
Bumi Negerinya seperti dulu lagi

Semesta dengarkanlah rintihannya
Sampaikanlah pesan ini
Kepada seluruh umat
Umat yang mampu memikirkan

Salam Solidaritas !
Anak" Nurawe, 10 April 2013

By
Gunting Arus​

0 Response to "Catatan Puisi-Solidaritas Seorang Anak Kecil"

Posting Komentar

Putra Samay. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

My Blog List