Catatan Puisi-Mambesak Tetap Bergema

 
Bilur- bilur kerikil mengantongi jiwa
ku tak pandang cahaya berkas,
Sekantong kepedihan itu tak cukup,
karenanya, jiwaku rindu untuk kembali ke alamku,

Entahlah rindu ini tersayat kerikil benih,
kuharap, benih yang menabur untuk menjawab kerinduan.
Kerinduan untuk mewarnai alam yang polos
Untuk mengengam kebebasan

Biarlah kuberlari mengapai setitik cahaya ini
biarkanlah aku menuju dengan kebebasanku
Karenanya, pergilah engkau pergi
pergilah dengan sesayat peran tak bernilaimu

Biarkanlah diriku lepas bebas
Biarkanlah diriku merasakan kenyamanan dan kebebasan
Merasakan sentuhan polos surgaku
Mendegar suara insan dari negeri Mambesak yang mengema

 

By
Gunting Arus​

0 Response to "Catatan Puisi-Mambesak Tetap Bergema"

Posting Komentar

Putra Samay. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

My Blog List