Catatan Puisi-Bila Sesuatu Yang Mustahil Telah Kau Lalui

 




Bila sesuatu perkara yang tidak sepatutnya berlaku,
Bila sesuatu perkara yang tidak seharusnya terjadi,

Jangan kau kira ianya tidak akan berlaku,
Jangan kau ingat ianya tidak akan terjadi,

Dan hari ini bila telah menjadi kenyataan,
Kau akan lalui sesuatu yang mungkin tpernah kau bayangkan,
mungkin jua tidak.

Dan inilah masanya, telah tiba untuk kau rasa, kau alami, kau lalui, untuk kau belajar sesuatu.

Ambillah peluang ini..
Peluang yang orang lain tidak ketahui,
Hanya dirimu, dirimu, dirimu..

Inilah masa kau muhasabah diri, audit diri dan kau belajarlah, belajarlah, belajarlah.
Kerana daripada belajar, kau akan tahu.
Tahu merasai luka, sakit dan getir,
Tahu mensyukuri bila kau memperolehi,
Tahu bahawa kau sebenarnya sedang diuji,
Tahu inilah hakikat orang yang tidak mempunyai,
Tahu harga dirimu,
Tahu bahawa Allah swt semakin dekat dengan mu..

Kau tak pernah minta,
Dan sesiapa pun tak pernah minta,
Namun jangan kau kira,
Jangan...

Teruskan memandang ke langit, menerima ujian ini dengan rela,
Demi redha Allah..

Kerana Dia, Dia, Dialah segalanya...
Segalanya...

By
Gunting Arus​

Hidup Ini Pilihan


Bila kita mengenali sesuatu yang baik,

Kita mampu menilai kebaikan dan akan sentiasa ingat.

Bila kita mengenali sesuatu yang tidak baik,

Kita mampu mempelajarinya untuk dielakkan dan kita lupakan.



Sebab itulah orang yang baik, bila dia ada akan dihargai bila dia tiada akan dirindui, tapi orang yang tidak baik akan dijauhi dan dilupai, dan bila dia tiada, tetap diingati, tapi teringat sesuatu yang tidak baik untuk dipelajari.

Hidup ini pilihan, semua mahu yang terbaik, terpulang mahu pilih yang mana satu, Cuma ada 2, kita sendiri yang pilih, kita mampu mengubahnya.

kalau telah berusaha dan cuba buat yang terbaik, bertawakkal sahaja dan bersabarlah dengan hasilnya. Kita ini cuma hamba, yang mampu cuba dan mencuba.

Orang kata "what you give you get back" tidak kira sama ada dalam bentuk material atau moral. Sekalipun ungkapan yang merubah sesuatu.

ramai orang hanya mahu menerima tetapi tidak mahu memberi, itulah silapnya, sebenarnya bila kita banyak memberi, kita akan lebih banyak menerima.

setengah orang tidak mahu rendahkan hati untuk memberi, dia lupa, dia tidak pun akan tinggi malah dialah orang yang lebih rendah..tapi sayang..orang yang berbuat silap, kalau ia sedar, ia selamat, tetapi kalau ia tidak mahu sedar, itulah kesilapan dia yang paling besar.

Allahua'lam, semoga kita bukan berada dalam golongan tersebut.

Politikus




Seorang murid sekolah dasar mendapat pekerjaan rumah dari gurunya untuk menjelaskan arti kata POLITIK. Karena belum memahaminya, ia kemudian bertanya pada ayahnya.

Sang Ayah yang menginginkan si anak dapat berpikir secara kreatif kemudian memberikan penjelasan, “Baiklah nak, ayah akan mencoba menjelaskan denga perumpamaan, misalkan Ayahmu adalah orang yang bekerja untuk menghidupi keluarga, jadi kita sebut ayah adalah investor. Ibumu adalah pengatur keuangan, jadi kita menyebutnya pemerintah. Kami disini memperhatikan kebutuhan-kebutuhanmu, jadi kita menyebut engkau rakyat. Pembantu, kita masukkan dia ke dalam kelas pekerja, dan adikmu yang masih balita, kita menyebutnya masa depan. Sekarang pikirkan hal itu dan lihat apakah penjelasan ayah ini bisa kau pahami?”

Si anak kemudian pergi ke tempat tidur sambil memikirkan apa yang dikatakan ayahnya. Pada tengah malam, anak itu terbangun karena mendengar adik bayinya menangis. Ia melihat adik bayinya mengompol. Lalu ia menuju kamar tidur orang tuanya dan mendapatkan ibunya sedang tidur nyenyak.

Karena tidak ingin membangunkan ibunya, maka ia pergi ke kamar pembantu. Karena pintu terkunci, maka ia kemudian mengintip melalui lubang kunci dan melihat ayahnya berada di tempat tidur bersama pembantunya.

Akhirnya ia menyerah dan kembali ke tempat tidur, sambil berkata dalam hati bahwa ia sudah mengerti arti POLITIK.

Pagi harinya, sebelum berangkat ke sekolah ia mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya dan menulis pada buku tugasnya: ‘Politik adalah hal dimana para Investor meniduri kelas Pekerja, sedangkan Pemerintah tertidur lelap, Rakyat diabaikan dan Masa Depan berada dalam kondisi yang menyedihkan.”


Putra Samay. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

My Blog List