Kaimana the Mistyc Land from the South West Papua



 The Mystic Land on Earth Kaimana.The sun never rule to West Papua

    The Indonesian First Presiden Ir.Sukarno,with Mr.Muhhamad Achmad Lid.Nieuw Guinea
     Raad with Youth Papua Student Delegatian From Nederland .Jakarta 1963


 Governor General United Nation Temporay Executif Administration (UNTEA) Mr.Jalal Abdooh and King of Seran Kaimana kING Star "Achmad Aituarauw" Discusion for Papuan Act of Free CHOIce or             INDEPENDENCE.( doc; Kingdom of Kaimana)

Catatan Puisi-Anak Haram Bernama Demokrasi



Ada yang bilang kehidupan yang makin sulit akibat hati kita yang sempit dan selalu berpenyakit!!!
HelloOO.... penyebab utama bukan itu sobat, melainkan karna Negeri ini menerapkan sistem kapitalis yang mempunyai anak HARAM bernama DEMOKRASI!!! kapitalis lah yang mencekik rakyat. semua harga2 bahan2 makanan meroket, biaya pendidikan dan kesehatan mahaaalll, belum bbm, listrik dan air selalu naik! dan masi banyak lagi kebijakan2 yang menyengsarakan rakyat. bayangkan bagaimana tidak makin sempit ini hidup???????? memperbaiki akhlak saja tadak akan bisa merubah keadaan tetapi kita harus berjuang menghancurkan sistem ini!!!!


*Berbincangan Dua Anak Jalanan Diwaktu Sore*
By
Gunting Arus​

Catatan Puisi-Bagaikan Bangku Kosong Ditaman

 


Sendiri menatap kesunyian
Hati yang tercabik duri kepedihan

Tak lagi kusaksikan senyum darimu
Tak lagi kudengar tawa bahkan tangisanmu
Tak lagi kau singgah dan bersandar padaku

Aku sangat kehilanganmu
Bagaikan menanti musim semi di antara butiran salju
Aku seakan tak mampu katakan isi hatiku yang sangat merindukanmu

Aku takut menyakiti hatimu
Aku takut menambah beban pikiranmu
Aku takut kau merasakan sakit yang kini membayangiku
Aku takut...

Dimanapun kini kau meniti hari
Aku selalu menanti
Apapun yang terjadi padamu hari ini
Doaku slalu menyertai

Aku takkan menyalahkanmu
Sesakit apapun aku merindukanmu
Aku tetap tersenyum
Karena kau tetaplah milikku
Jangan lihat sedihku
Pandanglah aku yang kan bahagia saat menyambut kedatanganmu
Karena tak ada satupun rasa yang mampu mengubur cinta yang kupunya untukmu!!! 


By
Gunting Arus​

Hukum Sasi Atau Sinara Gigis Kaimana Adi Island


Kaimana the Mistyc Land from the South Papua

Borombouw
First Capital of The Kingdom
 The Mistyc Sunset on the Kaimana sky


The Hongi Boat
(the Tribal Warrior from Adi Patimunin)

Catatan Puisi-Solidaritas Seorang Anak Kecil






 
Matahari sungguh panas
Cahayanya terang
Seorang anak kecil berjalan membawa bekal pendidikan
Meraih mimpinya dengan semangat
Menuju sekolah tercinta

Seorang anak kecil berjalan
Membawa sebilah pedang berpikir
Mengasah ketajaman mental dan pemikiran
Diantara kerasnya kehidupan

Seorang anak kecil berjalan
Menapaki setapak jalur kemakmuran
Menjelajahi makna pendidikan
Mencari kebenaran dibalik gersang – gersang tembikar
Menelusupi  semak – semak belukar kegundahan

Seorang anak kecil menangis
Meratapi tanah kelahirannya hilang
Ditelan ketidakadilan, orang bilangnya
Disapu panasnya api kesingsaraan
Ditebas ganasnya kuasa kapitalis

Seorang anak kecil meratapi
Berdiri dengan akal kosong
Diatas tumpukan tanah penahan semburan kebiadaban
Menatap langit yang gelap
Wajahnya yang menghitam setelah tersengat matahari
Kini matahari itu hilang
Hilang entah kemana

Seorang anak kecil berharap
Tanah pusakanya kembali
Tanah airnya menghijau
Bumi Negerinya seperti dulu lagi

Semesta dengarkanlah rintihannya
Sampaikanlah pesan ini
Kepada seluruh umat
Umat yang mampu memikirkan

Salam Solidaritas !
Anak" Nurawe, 10 April 2013

By
Gunting Arus​

Catatan Puisi-Untuk Apa Menulis Puisi





Untuk apa kau tulis puisi
Bila kau biarkan saja korupsi
Demonstrasi dituduh anarki
Korupsi dianggap manusiawi
Penegak hukum hanya basa-basi
Sayangnya, para penyair hanya masturbasi!

Banyak kata-kata tanpa aksi hanyalah onani
Untuk apa kau tulis puisi
Bila penindasan kau amini
Bila penjahat HAM kau ampuni!
Seni hanya untuk seni, adalah kejahatan tersendiri!

Untuk apa kau tulis sajak
Bila calo-calo berjingkrak
 

 Para koruptor tidur nyenyak
Para ”Gayus” bersorak
Sementara orang miskin dadanya sesak
Tak berani berteriak
Mereka dibentuk jadi jinak
Dengan tayangan TV yang meninggikan mimpi sejenak
Ditekan kebutuhan sekolah anak-anak
Harga-harga yang menanjak
Jadi untuk apa kau tulis sajak,
Bila para penyair dan orang miskin kian berjarak!
Menulis adalah berpihak!

Untuk apa kau tulis kata-kata
Bila penindasan dan penipuan semakin jaya
Sedang kebenaran dihina
Pejabat makan uang negara
Dan para penyair asyik berzina dengan dunia khayalnya

Untuk apa kau tulis puisi
Bila kau tak mau turun aksi
Seakan pikiranmu seksi
Pada hal dunia tidak berubah dengan kata-kata puisi
Puisi untuk sensasi atau mencari harga diri?
Mencari popularitas dan ingin dipuji
Mengangkat keindahan terlalu tinggi
Melupakan masalah-masalah bumi
Untuk apa kau tulis puisi
Jika setumpuk kertas mudah terbakar api
Hanya aksi yang bisa merubah negeri!

Menulislah puisi yang bisa meyembuhkan
Luka-luka kemanusiaan akibat penindasan
Membongkar tipu-tipu kaum bangsawan
Menguak topeng kepalsuan
Mengabarkan kenyataan
Yang disembunyikan para agamawan
Surga yang memabukkan
Neraka yang menakutkan
Janji surga membuat masalah dunia dibiarkan
Ketakutan neraka membuat yang marah takut melawan
Karena marah disamakan setan
Dan diam dianggap beriman!
Untuk apa jadi seniman dan sastrawan,
Jika penindasan dan kepalsuan dibiarkan!

Tugasmu bukan cuma menulis
Sebab menulis itu mencuri kata-kata berbaris
Dicuri dari kenyataan yang berisi tawa dan tangis
Tugasmu adalah menulis dan berbaris
Berkumpul didepan gedung majelis
Tempat persekutuan para iblis
Yang menyusun kebijakan-kebijakan najis!

Tulislah yang benar dan pilihlah kata yang tepat
Berbuatlah yang benar dan bergerak dengan penuh semangat
Berkumpullah dengan rakyat
Perbanyaklah rapat-rapat
Bicarakan perubahan dan susunlah strategi yang tepat
Angkatlah dalam puisi kisah-kisah perjuangan rakyat
Tokoh utamanya adalah rakyat
Antagonisnya para koruptor dan penindas laknat!

Berjuanglah bersama pena
Tapi jangan sampai terlena
Bangun gerakan bersama
Menulis untuk mengangkat yang nyata
Menulis dan bergerak untuk tatanan sejahtera dan setara!
Maka tulisanmu sedalam samudera!
Puisimu penuh dengan cakrawala...
Dan kau menjadi penyair sekaligus pembela!

NURAWE THE MAGIC LAND ON THE EARTH the last name ADI ISLAND




Tatkala Kematian Menjemputmu


Saudaraku….
Sering kali kita dikejutkan dengan berita duka tentang orang-orang yang kita kenal dan kita cintai wafat. Baik melalui BBM, E- Mail, SMS, ataupun penyampaian langsung. Adapun isi beritanya kira-kira seperti ini:
Inna lillahi wa inna ilahir Raji’un, telah berpulang ke rahmatullah saudara/i kita…fulan/fulanah bin/binti fulan, pada hari ini…jam…….dan akan disemayamkan di tempat peristirahatan terakhirnya di pemakaman….setelah….
Tentunya anda akrab dengan berita seperti ini, dan terkadang kita hanya berkomentar: Masya Allah..ngak nyangka ya..kok …padahal…..dst. Namun jarang-jarang kita berfikir bahwa berita belasungkawa di atas kelak akan berubah dan tertulis padanya nama kita.
Bayangkan saudaraku tatkala dikirim melalui sms, e mail, bbm dan seterusnya kelak bahwa yang mati adalah dirimu, dan yang tertulis adalah namamu,lengkap dengan nama orang tua dan gelar kehormatanmu…………….. pernahkah kau mengingat hal ini kelak akan datang masanya?????
Boleh jadi hari ini, besok, lusa, bulan depan, tahun depan,…wallahu a’lam. Bayangkan pula kelak bagaimana ekspresi keluarga, anak, istri, sanak kerabat dan handai taulanmu.Betapa kesedihan melanda mereka, istrimu menjadi janda, anak-anakmu menjadi yatim, sanak kerabat kehilangan dirimu.
Jasadmu terbujur kaku , tubuhmu menjadi dingin, kain kapan menghiasi sekujur tubuhmu dan orang-orang silih berganti datang melayatmu dengan berbagai komentarnya. “kasihan ya mas, anak-anak nya masih kecil-kecil….subhanallah padahal dia baru saja menikah…masya Allah tadi dia barusan jalan bersama saya…tidak sangka ya mas begitu cepat dia meninggal padahal…” ataupun komentar-komentar lainnya.
Saudaraku ..tiap hari penghuni vila tidak indah RSS(rumah sangat sempit) kuburan bertambah, terkadang baru paginya dihantarkan penghuni baru yang masih bayi, siangnya telah menyusul pula penghuni lain baik seorang gadis atau pemuda yang masih belia, tak jarang dalam waktu yang bersamaan datang para penghuni baru dalam jumlah yang banyak, anak-anak maupun orang tua. Tahukah anda bahwa tempat untuk anda telah di booking dan didaftarkan disalah satu kavling RSS tersebut dalam cacatan ilmu Allah Lauh Mahfuz Nya??

Berkata penyair:
باب الموت وكل الناس داخله يا ليت شعري بعد الموت ما الدار
الدار جنة خلد إن عملت بم يرضي الإله وإن قصرت فالنار
Kematian adalah pintu gerbang yang akan di masuki setiap manusia
Aduhai….setelah kematian dimanakah kampungku
Padahal kampung itu adalah surga yang kekal seandainya engkau beramal
Yang membuat Tuhanmu ridho , tapi jika berleha-leha maka nerakalah kampungmu

Saudaraku…..kematianmu akan segera tiba,bersiaplah !!
Kematian pasti datang… mau tidak mau, suka tidak suka dia akan menghampiri kita, setiap saat, kapan dan di mana saja dan dalam kondisi apapun kita berada. Tidak mengenal waktu, dia akan menjemputmu dikala pagi, siang ataupun malam. Tidak pula mengenal tempat dan dia bisa diajak kompromi, akan datang baik ketika anda di udara(dalam pesawat), di darat maupun di laut.

Allah berfirman:
قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُون
Katakanlah bahwa kematian yang kalian belari darinya, sungguh dia kan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Allah yang Maha mengetahui segala yang ghaib dan tampak dan akan memberitahukan kalian dengan apa-apa yang kalian lakukan. QS. Al-Jum’ah: 8.
Kebanyakan manusia begitu benci jika diajak membicarakan tentang kematian. “jangan bicara tentang itu lho mas…” kementar salah seorang dari mereka. Hal ini tentunya karena perkara dahsyat ini akan merusak segala mimpi-mimpi manusia, mengoyak-ngoyak angan-angan dan cita-citanya, memutus segala kelezatan dunianya. Karena itulah Nabi yang Mulia menyebutkan kematian dengan istilah “Pemutus segala kenikmatan”dalam hadisnya.
Bukan saja istrimu menjadi janda dan anakmu menjadi yatim, bahkan seluruh harta benda yang kau miliki dengan susah payah ,peras keringat dan banting tulang tak kenal lelah, harus rela kau tinggalkan. Jabatanmu akan segera digantikan orang lain dan pengikut setiamu tidak akan pernah rela menemanimu dalam RSS mu (rumah sangat sempit) yang hanya berukuran 2×1 m2. Jauh lebih kecil dari perumahan RSS tipe 21 yang dimiliki “wong kecil”.
Padahal boleh jadi dimasa hidupmu, Rumahmu bagaikan istana, luas dan indah, kau hidup didampingi istrimu yang cantik jelita dan anak-anakmu yang rupawan. Sekarang yang dikikhlaskan mereka untuk kau bawa hanyalah 3 lembar kain putih kafanmu. Selainnya wajib kau tinggalkan untuk mereka.

Saudaraku…apakah anda telah siap-siap untuk pindah kerumah yang sangant sempit itu, rumah yang sangat gelap gulita dan menyeramkan???berteman dengan cacing-cacing tanah yang akan mengoyak-ngoyak tubuh??
Berkata penyair:
ولدتك أمك يا ابن آدم باكيا والقوم حولك يضحكون سرورا
فاعمل ليوم أن تكون إذا بكوا في يوم موتك ضاحكا مسرورا
Engkau dilahirkan ibumu wahai anak adam dalam kedaan menangis
Sementara orang disekelilingmu tertawa bahagia
Maka beramallah untuk hari tatkala mereka menangis
Waktu kematianmu agar engkau tertawa bergembira dengan amalmu

Salaf dan mengingat kematian
Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam, senantiasa meningatkan ummatnya untuk selalu mengingat kematian, beliau bersabda:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْت
Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan yaitu kematian. HR.Tirmizi , an-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad. berkata Tirmizi hadis ini adalah hasan sahih gharib.

Mengingat kematian akan mebuat seseorang akan lebih banyak menangis dan senantiasa khawatir dengan nasibnya setelah mati. Bersabda Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-:
لو تعلمون ما أعلم لضحكتم قليلا ولبكيتم كثيرا
Seandainnya kalian mengetahui apa yang ku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa danlebih banyak menangis. HR. Muttafaq ‘alaihi.
Berkata seseorang kepada Alhasan: “wahai Abu Said, apa yang harus kami lakukan?? tatkala kami bermajlis dengan suatu kaum yang senantiasa menakuti kami dengan kematian yang membuat hati kami hampir-hampir terbang, maka Alhasan menjawab: demi Allah jikalah engkau dapat bermajlis dengan suatu kaum yang senantiasa menakuti-nakuti (dengan kematian sehingga engkau beramal) itu lebih baik bagimu agar kelak engkau mati dalam keadaan aman(selamat), daripada duduk bermajlis dengan suatu kaum yang membuatmu merasa aman(dengan perkara dunia) namun kelak engkau benar-benar akan ketakutan (ketika matimu karena lalai beramal). Di nukil oleh Alqasimi dari Ihya: 4/170.
Berkata AlHakim bin Nuh kepada sahabat-sahabatnya: suatu ketika Malik Bin Dinar tidur sepanjang malam tanpa mengerjakan sholat walaupun satu raka’at, ketika itu kami bersamanya di atas perahu di tengah lautan. Pagi hari aku berkata padanya: Wahai Malik, alangkah panjangnya tidurmu malam ini sehingga engaku tidak sempat sholat malam ataupun berdoa. Maka seketika itu dia menangis dan berkata: seandainya manusia mengetahui apa yang akan mereka hadapi kelak (ketika kematian) pasti mereka tidak akan pernah merasakan nikmatnya hidup ini, sebab aku-demi Allah- tatkala melihat gelap dan seramnya keadaan tadi malam, aku teringat dahsyatnya keaadan di padang mahsyar, setiap orang sibuk dengan dirinya masing-masing, tiada berguna waktu itu bapak bagi anaknya dan sebaliknya, setelah itu dia menangis tersedu-sedu sejadi-jadinya, setelah sekian lama barulah tangisannya reda, maka teman-teman yang bersamaku diperahu berdatangan memarahiku dan berkata: tidak kah kau paham bahwa dia tidak dapat menahan diri jika diinggatkan tentang (kematian dan akhirat) kenapa kau mengingatkannya? Berkata Alhakim: sejak itu aku tidak lagi berani mengingatkannya tentang perkara itu. Dinukil Alqasimi dari Jannatu ar-Ridho :1/98.

Faedah mengingat kematian
Berkata Ad-Daqqaq: “barang siapa yang senantiasa mengingat kematian maka dia akan akan mudah untuk mengerjakan tiga hal: dia akan segera bertaubat, akan merasa qana’ah(rela degan apa yang Allah berikan dalam hal dunia), dan akan semangat dalam beribadah. Sebaliknya barang siapa yang lalai untuk mengingat kematian, dia akan merugi dalam tiga hal: menunda-nunda bertaubat, tidak pernah merasa cukup dan puas(dengan dunia yang dimilikinya) dan akan membuatnya malas untuk beribadah”.
Inilah realita yang kita lihat, bahwa kita hanya ingat kematian ketika menerima berita belasungkawa dengan wafatnya salah seorang yang kita kenal dan kita cintai, seolah-olah kematian tersebut hanyalah musibah yang menimpa dirinya dan tidak akan pernah datang menghampiri kita. Karena itulah kitabiasanya hanya bersedih atas kepergiannya tanpa pernah mengambil pelajaran bagaimana kelak keadaan kita ketika maut datang menjemput.

Saudaraku…
Tangisilah dirimu sekarang sebelum orang-orang menangisimu,dan paksalah dirimu untuk berbuat ketaatan sebelum jasadmu digotong dia atas keranda, selalulah introspeksi diri sebelum kelak dia dihisab. Ketahuilah bahwa waktu-waktu yang kau sisakan sejenak untuk mengintrospeksikan dirimu di duni ini , jauh lebih berharga daripada sisa umurmu yang banyak kau sia-siakan dan menambah deretan dosamu kelak.
Berkata sebagaian ulama:” wahai orang yang tertipu dengan panjangnya masa sehat, apakah engkau tidak pernah melihat sekalipun ada seseorang yang mati tanpa didahului penyakit? Wahai orang yang tertipu dengan umur yang panjang , apakah engkau tidak pernah melihat ada orang yang mati dengan tiba-tiba? kenapa kalian tertipu dengan kesehatan kalian? Ataukah panjang angan-angan yang telah memperdaya kalian? Ataukah kalian adalah orang-orang yang nekat menyambut kematian?”.

Berkata Alhasan:” Aku tidak pernah melihat ada suatu perkara yang pasti dan yakin tetapi seolah-olah manusia ragu akan kedatangannya daripada kematian, padahal mereka dalam keaadaan lalai darinya, dan aku tidak pernah melihat ada perkara yang benar dan pasti namun tampak seperti sebuah kedustaan daripada ungkapan seseorang: kami menginginkan surga , padahal mereka malas dan tidak bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya”. Di nukil Alqasimi dari Al-Aqibah hlm. 95.
Mengingat kematian akan membuat seseorang senantiasa berupaya untuk ikhlas dalam niatnya, dan membuatnya rajin beramal ibadah untuk mempersiapkan bekalnya . Dia paham bahwa segala bentuk amalan yang dilakukan bukan untuk Allah, hanya mencari ridho makhluk dan pujian mereka, kelak akan membahayakannya . sementara ikhla dan mengharapkan apa yang ada di sisi Allah lebih baik dan kekal.
Berkata Shilah bin Asyam kepada Muaazah:” hendaklah engkau senantiasa mengingat kematian, dengan hal tersebut engakau akan memiliki sifat qanaah tidak begitu perduli dengan keaadaan duniamu apakah bergelimang kesenangan ataupun kesulitan dan penderitaan”.
Mengingat kematian akan membuat seseorang menjadi sosok yang militan, bercita-cita tinggi dan berjiwa besar, begitu hinanya dunia ini baginya dan tidak bernilai sehingga rugi baginya jika seluruh amalannya hanya sekedar untuk mendapatkan keridhoan dan pujian manusia. Apalagi berlomba-lomba memperebutkannya dengan menjual agama dan kehormatan, dengan menipu dan bertindak culas.

Berkata Abu Ad-Darda:” Barang siapa yang banyak menginggat kematian niscaya akan mampu meredam kesenangannya( terhdap dunia) dan meredam sifat hasadnya”. Siyar A’lam : 2/353.
Saudaraku marilah bercermin dengan kehidupan para salafus sholeh, ambilah dia dan jadikan pelajaran. Berkata Sufyan At-Tsauri:”Aku pernah menjumpai seorang tua di masjid yang berkata: “telah tiga puluh tahun sku berada di masjid ini (beribadah)menunggu kematian datang menjemputku, seandainya dia datang aku tidak akan pernah menyuruhnya pergi atau melarangnya datang, sebab aku merasa tidak pernah berbuat kezaliman ataupun berhutang pada seseorang”.

Saudaraku…
Kututup tulisan ini dengan perkataan Ali bin Thalib-radhiallahu ‘an hu tatkala berpidato dari atas mimbarnya , setelah memuji dan memuja Allah dia berkata:” wahai hamba Allah, kematian tidak akan ada yang luput darinya,seandainya kalian berdiri untuknya dia akan menjemput kalian, seandainya kalian berlari maka dia mengejar kalian, maka selamatkan diri kalian, sesungguhnya di belakang kalian ada kuburan yang telah menunggu, waspadalah dengan himpitan, gelap dan seramnnya, ketahuilah bahwa kubur akan menjadi lubang-lubang api ataupun taman- taman surga…(di nukil oleh alQasimi dari lbidayah wa an-nihayah: 7/149)

Hukum Cadar Menurut 4 Madzhab



Wanita bercadar seringkali diidentikkan dengan orang arab atau timur-tengah. Padahal memakai cadar atau menutup wajah bagi wanita adalah ajaran Islam yang didasari dalil-dalil Al Qur’an, hadits-hadits shahih serta penerapan para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam serta para ulama yang mengikuti mereka. Sehingga tidak benar anggapan bahwa hal tersebut merupakan sekedar budaya timur-tengah.
Berikut ini sengaja kami bawakan pendapat-pendapat para ulama madzhab, tanpa menyebutkan pendalilan mereka, untuk membuktikan bahwa pembahasan ini tertera dan dibahas secara gamblang dalam kitab-kitab fiqih 4 madzhab. Lebih lagi, ulama 4 madzhab semuanya menganjurkan wanita muslimah untuk memakai cadar, bahkan sebagiannya sampai kepada anjuran wajib. Beberapa penukilan yang disebutkan di sini hanya secuil saja, karena masih banyak lagi penjelasan-penjelasan serupa dari para ulama madzhab.
Madzhab Hanafi
Pendapat madzhab Hanafi, wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah.
* Asy Syaranbalali berkata:
وجميع بدن الحرة عورة إلا وجهها وكفيها باطنهما وظاهرهما في الأصح ، وهو المختار
“Seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan dalam serta telapak tangan luar, ini pendapat yang lebih shahih dan merupakan pilihan madzhab kami“ (Matan Nuurul Iidhah)
* Al Imam Muhammad ‘Alaa-uddin berkata:
وجميع بدن الحرة عورة إلا وجهها وكفيها ، وقدميها في رواية ، وكذا صوتها، وليس بعورة على الأشبه ، وإنما يؤدي إلى الفتنة ، ولذا تمنع من كشف وجهها بين الرجال للفتنة
“Seluruh badan wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan dalam. Dalam suatu riwayat, juga telapak tangan luar. Demikian juga suaranya. Namun bukan aurat jika dihadapan sesama wanita. Jika cenderung menimbulkan fitnah, dilarang menampakkan wajahnya di hadapan para lelaki” (Ad Durr Al Muntaqa, 81)
* Al Allamah Al Hashkafi berkata:
والمرأة كالرجل ، لكنها تكشف وجهها لا رأسها ، ولو سَدَلَت شيئًا عليه وَجَافَتهُ جاز ، بل يندب
“Aurat wanita dalam shalat itu seperti aurat lelaki. Namun wajah wanita itu dibuka sedangkan kepalanya tidak. Andai seorang wanita memakai sesuatu di wajahnya atau menutupnya, boleh, bahkan dianjurkan” (Ad Durr Al Mukhtar, 2/189)
* Al Allamah Ibnu Abidin berkata:
تُمنَعُ من الكشف لخوف أن يرى الرجال وجهها فتقع الفتنة ، لأنه مع الكشف قد يقع النظر إليها بشهوة
“Terlarang bagi wanita menampakan wajahnya karena khawatir akan dilihat oleh para lelaki, kemudian timbullah fitnah. Karena jika wajah dinampakkan, terkadang lelaki melihatnya dengan syahwat” (Hasyiah ‘Alad Durr Al Mukhtaar, 3/188-189)
* Al Allamah Ibnu Najiim berkata:
قال مشايخنا : تمنع المرأة الشابة من كشف وجهها بين الرجال في زماننا للفتنة
“Para ulama madzhab kami berkata bahwa terlarang bagi wanita muda untuk menampakkan wajahnya di hadapan para lelaki di zaman kita ini, karena dikhawatirkan menimbulkan fitnah” (Al Bahr Ar Raaiq, 284)
Beliau berkata demikian di zaman beliau, yaitu beliau wafat pada tahun 970 H, bagaimana dengan zaman kita sekarang?
Madzhab Maliki
Mazhab Maliki berpendapat bahwa wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Bahkan sebagian ulama Maliki berpendapat seluruh tubuh wanita adalah aurat.
* Az Zarqaani berkata:
وعورة الحرة مع رجل أجنبي مسلم غير الوجه والكفين من جميع جسدها ، حتى دلاليها وقصَّتها . وأما الوجه والكفان ظاهرهما وباطنهما ، فله رؤيتهما مكشوفين ولو شابة بلا عذر من شهادة أو طب ، إلا لخوف فتنة أو قصد لذة فيحرم ، كنظر لأمرد ، كما للفاكهاني والقلشاني
“Aurat wanita di depan lelaki muslim ajnabi adalah seluruh tubuh selain wajah dan telapak tangan. Bahkan suara indahnya juga aurat. Sedangkan wajah, telapak tangan luar dan dalam, boleh dinampakkan dan dilihat oleh laki-laki walaupun wanita tersebut masih muda baik sekedar melihat ataupun untuk tujuan pengobatan. Kecuali jika khawatir timbul fitnah atau lelaki melihat wanita untuk berlezat-lezat, maka hukumnya haram, sebagaimana haramnya melihat amraad. Hal ini juga diungkapkan oleh Al Faakihaani dan Al Qalsyaani” (Syarh Mukhtashar Khalil, 176)
* Ibnul Arabi berkata:
والمرأة كلها عورة ، بدنها ، وصوتها ، فلا يجوز كشف ذلك إلا لضرورة ، أو لحاجة ، كالشهادة عليها ، أو داء يكون ببدنها ، أو سؤالها عما يَعنُّ ويعرض عندها
“Wanita itu seluruhnya adalah aurat. Baik badannya maupun suaranya. Tidak boleh menampakkan wajahnya kecuali darurat atau ada kebutuhan mendesak seperti persaksian atau pengobatan pada badannya, atau kita dipertanyakan apakah ia adalah orang yang dimaksud (dalam sebuah persoalan)” (Ahkaamul Qur’an, 3/1579)
* Al Qurthubi berkata:
قال ابن خُويز منداد ــ وهو من كبار علماء المالكية ـ : إن المرأة اذا كانت جميلة وخيف من وجهها وكفيها الفتنة ، فعليها ستر ذلك ؛ وإن كانت عجوزًا أو مقبحة جاز أن تكشف وجهها وكفيها
“Ibnu Juwaiz Mandad – ia adalah ulama besar Maliki – berkata: Jika seorang wanita itu cantik dan khawatir wajahnya dan telapak tangannya menimbulkan fitnah, hendaknya ia menutup wajahnya. Jika ia wanita tua atau wajahnya jelek, boleh baginya menampakkan wajahnya” (Tafsir Al Qurthubi, 12/229)
* Al Hathab berkata:
واعلم أنه إن خُشي من المرأة الفتنة يجب عليها ستر الوجه والكفين . قاله القاضي عبد الوهاب ، ونقله عنه الشيخ أحمد زرّوق في شرح الرسالة ، وهو ظاهر التوضيح
“Ketahuilah, jika dikhawatirkan terjadi fitnah maka wanita wajib menutup wajah dan telapak tangannya. Ini dikatakan oleh Al Qadhi Abdul Wahhab, juga dinukil oleh Syaikh Ahmad Zarruq dalam Syarhur Risaalah. Dan inilah pendapat yang lebih tepat” (Mawahib Jaliil, 499)
* Al Allamah Al Banaani, menjelaskan pendapat Az Zarqani di atas:
وهو الذي لابن مرزوق في اغتنام الفرصة قائلًا : إنه مشهور المذهب ، ونقل الحطاب أيضًا الوجوب عن القاضي عبد الوهاب ، أو لا يجب عليها ذلك ، وإنما على الرجل غض بصره ، وهو مقتضى نقل مَوَّاق عن عياض . وفصَّل الشيخ زروق في شرح الوغليسية بين الجميلة فيجب عليها ، وغيرها فيُستحب
“Pendapat tersebut juga dikatakan oleh Ibnu Marzuuq dalam kitab Ightimamul Furshah, ia berkata: ‘Inilah pendapat yang masyhur dalam madzhab Maliki’. Al Hathab juga menukil perkataan Al Qadhi Abdul Wahhab bahwa hukumnya wajib. Sebagian ulama Maliki menyebutkan pendapat bahwa hukumnya tidak wajib namun laki-laki wajib menundukkan pandangannya. Pendapat ini dinukil Mawwaq dari Iyadh. Syaikh Zarruq dalam kitab Syarhul Waghlisiyyah merinci, jika cantik maka wajib, jika tidak cantik maka sunnah” (Hasyiyah ‘Ala Syarh Az Zarqaani, 176)
Madzhab Syafi’i
Pendapat madzhab Syafi’i, aurat wanita di depan lelaki ajnabi (bukan mahram) adalah seluruh tubuh. Sehingga mereka mewajibkan wanita memakai cadar di hadapan lelaki ajnabi. Inilah pendapat mu’tamad madzhab Syafi’i.
* Asy Syarwani berkata:
إن لها ثلاث عورات : عورة في الصلاة ، وهو ما تقدم ـ أي كل بدنها ما سوى الوجه والكفين . وعورة بالنسبة لنظر الأجانب إليها : جميع بدنها حتى الوجه والكفين على المعتمد وعورة في الخلوة وعند المحارم : كعورة الرجل »اهـ ـ أي ما بين السرة والركبة ـ
“Wanita memiliki tiga jenis aurat, (1) aurat dalam shalat -sebagaimana telah dijelaskan- yaitu seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan, (2) aurat terhadap pandangan lelaki ajnabi, yaitu seluruh tubuh termasuk wajah dan telapak tangan, menurut pendapat yang mu’tamad, (3) aurat ketika berdua bersama yang mahram, sama seperti laki-laki, yaitu antara pusar dan paha” (Hasyiah Asy Syarwani ‘Ala Tuhfatul Muhtaaj, 2/112)
* Syaikh Sulaiman Al Jamal berkata:
غير وجه وكفين : وهذه عورتها في الصلاة . وأما عورتها عند النساء المسلمات مطلقًا وعند الرجال المحارم ، فما بين السرة والركبة . وأما عند الرجال الأجانب فجميع البدن
“Maksud perkataan An Nawawi ‘aurat wanita adalah selain wajah dan telapak tangan’, ini adalah aurat di dalam shalat. Adapun aurat wanita muslimah secara mutlak di hadapan lelaki yang masih mahram adalah antara pusar hingga paha. Sedangkan di hadapan lelaki yang bukan mahram adalah seluruh badan” (Hasyiatul Jamal Ala’ Syarh Al Minhaj, 411)
* Syaikh Muhammad bin Qaasim Al Ghazzi, penulis Fathul Qaarib, berkata:
وجميع بدن المرأة الحرة عورة إلا وجهها وكفيها ، وهذه عورتها في الصلاة ، أما خارج الصلاة فعورتها جميع بدنها
“Seluruh badan wanita selain wajah dan telapak tangan adalah aurat. Ini aurat di dalam shalat. Adapun di luar shalat, aurat wanita adalah seluruh badan” (Fathul Qaarib, 19)
* Ibnu Qaasim Al Abadi berkata:
فيجب ما ستر من الأنثى ولو رقيقة ما عدا الوجه والكفين . ووجوب سترهما في الحياة ليس لكونهما عورة ، بل لخوف الفتنة غالبًا
“Wajib bagi wanita menutup seluruh tubuh selain wajah telapak tangan, walaupun penutupnya tipis. Dan wajib pula menutup wajah dan telapak tangan, bukan karena keduanya adalah aurat, namun karena secara umum keduanya cenderung menimbulkan fitnah” (Hasyiah Ibnu Qaasim ‘Ala Tuhfatul Muhtaaj, 3/115)
* Taqiyuddin Al Hushni, penulis Kifaayatul Akhyaar, berkata:
ويُكره أن يصلي في ثوب فيه صورة وتمثيل ، والمرأة متنقّبة إلا أن تكون في مسجد وهناك أجانب لا يحترزون عن النظر ، فإن خيف من النظر إليها ما يجر إلى الفساد حرم عليها رفع النقاب
“Makruh hukumnya shalat dengan memakai pakaian yang bergambar atau lukisan. Makruh pula wanita memakai niqab (cadar) ketika shalat. Kecuali jika di masjid kondisinya sulit terjaga dari pandnagan lelaki ajnabi. Jika wanita khawatir dipandang oleh lelaki ajnabi sehingga menimbulkan kerusakan, haram hukumnya melepaskan niqab (cadar)” (Kifaayatul Akhyaar, 181)
Madzhab Hambali
* Imam Ahmad bin Hambal berkata:
كل شيء منها ــ أي من المرأة الحرة ــ عورة حتى الظفر
“Setiap bagian tubuh wanita adalah aurat, termasuk pula kukunya” (Dinukil dalam Zaadul Masiir, 6/31)
* Syaikh Abdullah bin Abdil Aziz Al ‘Anqaari, penulis Raudhul Murbi’, berkata:
« وكل الحرة البالغة عورة حتى ذوائبها ، صرح به في الرعاية . اهـ إلا وجهها فليس عورة في الصلاة . وأما خارجها فكلها عورة حتى وجهها بالنسبة إلى الرجل والخنثى وبالنسبة إلى مثلها عورتها ما بين السرة إلى الركبة
“Setiap bagian tubuh wanita yang baligh adalah aurat, termasuk pula sudut kepalanya. Pendapat ini telah dijelaskan dalam kitab Ar Ri’ayah… kecuali wajah, karena wajah bukanlah aurat di dalam shalat. Adapun di luar shalat, semua bagian tubuh adalah aurat, termasuk pula wajahnya jika di hadapan lelaki atau di hadapan banci. Jika di hadapan sesama wanita, auratnya antara pusar hingga paha” (Raudhul Murbi’, 140)
* Ibnu Muflih berkata:
« قال أحمد : ولا تبدي زينتها إلا لمن في الآية ونقل أبو طالب :ظفرها عورة ، فإذا خرجت فلا تبين شيئًا ، ولا خُفَّها ، فإنه يصف القدم ، وأحبُّ إليَّ أن تجعل لكـمّها زرًا عند يدها
“Imam Ahmad berkata: ‘Maksud ayat tersebut adalah, janganlah mereka (wanita) menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada orang yang disebutkan di dalam ayat‘. Abu Thalib menukil penjelasan dari beliau (Imam Ahmad): ‘Kuku wanita termasuk aurat. Jika mereka keluar, tidak boleh menampakkan apapun bahkan khuf (semacam kaus kaki), karena khuf itu masih menampakkan lekuk kaki. Dan aku lebih suka jika mereka membuat semacam kancing tekan di bagian tangan’” (Al Furu’, 601-602)
* Syaikh Manshur bin Yunus bin Idris Al Bahuti, ketika menjelaskan matan Al Iqna’ , ia berkata:
« وهما » أي : الكفان . « والوجه » من الحرة البالغة « عورة خارجها » أي الصلاة « باعتبار النظر كبقية بدنها »
“’Keduanya, yaitu dua telapak tangan dan wajah adalah aurat di luar shalat karena adanya pandangan, sama seperti anggota badan lainnya” (Kasyful Qanaa’, 309)
* Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata:
القول الراجح في هذه المسألة وجوب ستر الوجه عن الرجال الأجانب
“Pendapat yang kuat dalam masalah ini adalah wajib hukumnya bagi wanita untuk menutup wajah dari pada lelaki ajnabi

Dusta Ibunda


Baru kufahami makna dustamu pada kami.
Ketika di meja tengah ruangan rumah, Bunda sudah siapkan nasi di piring-piring untuk kami, Bunda pindahkan separo takaran milik Bunda pada kami…
Bunda berdusta … “Ini bunda tambahkan untuk mu, makanlah nak…, separo sudah sangat cukup untuk perut Bunda, karena ini hari Bunda tidak begitu lapar”

Ketika ikan dari pancingan, Bunda masakkan untuk kami, tapi Bunda hanya makan yang menempel di di antara durinya sementara daging-dagingnya untuk kami.
Bunda berdusta… “Makanlah nak… Bunda lebih suka bagian duri, lebih enak”

Ketika makan satu telor dadar yang diiris-iris dan di bagi untuk kami, piring Bunda sengaja tidak diisi… “mana telor untuk Bunda?”
Bunda berdusta… “Makanlah dulu nak, nanti Bunda masak lagi”

Bunda …
Baru kufahami makna dustamu pada kami.
Ketika dalam kesulitan, sementara kami harus sekolah…
Malam itu kami terbangun dan melihat Bunda masih sibuk dengan banyak jahitan, sampai larut Bunda masih bekerja agar besok bisA membayar sekolah dan kami tetap sekolah…
Bunda berdusta… “tidurlah lagi nak, ini masih malam dan besok tersenyumlah saat berangkat sekolah. Bunda tidak capek kok, ini hiburan bagi Bunda”

Ketika tubuh Bunda lemah dan terbaring sakit, Bunda tersenyum kepada kami dengan menahan rasa sakit yang teramat sangat, kami tak kuat menahan air mata kami…
Bunda berdusta… “ jangan menangis nak, coba lihat senyum Bunda, nggak ada apa-apa kan “

Bunda…
Baru kufahami makna dustamu pada kami
Begitu ingat dalam benak kami…
Ketika kami menginjak dewasa, betapa Bunda ingin memeluk kami, membisikkan petuah-petuah kepada kami, mendekap dan melantunkan doa-doa untuk kami, tapi kami malah lari dan mengunci kamar-kamar kami rapat-rapat, dan teriak… “kami sudah tidak kecil lagi”

Ketika kami harus segera membangun keluarga, betapa Bunda ingin mengajarkan bagaimana menjadi suami istri, mengajak diskusi bagaimana keluarga seharusnya berdiri. Tapi kami berargumen… “Ini hak kami, tolong Bunda jangan campuri”

Ketika Bunda mengajari bagaimana merawat bayi… tapi kata kami “Maaf Bunda ini jaman sudah berubah, tidak seperti dulu lagi”

Ketika Bunda memendam rindu ingin bertemu kami, tapi jawab kami “Maaf Bunda kami sibuk dengan urusan pekerjaan dan keluarga kami…. Datanglah lain kali”

Sampai… ketika usia Bunda sudah lanjut dan perlu perawatan kami… kami begitu tega mengatakan “Janganlah tinggal di rumah kami, nanti akan pengaruh negative untuk anak-anak kami”

Bunda…
Baru kufahami makna dustamu pada kami.
Setelah Bunda harus menghadapi illahi rabbi…

RABBIGHFIRLI WALIWALIDAYYA WARHAMHUMA KAMA RABBAYANI SHOGHIRO
Ya Alloh ampunilah mereka… cintailah, kasihilah, sayangilah mereka sebagaimana mereka teramat sayang dan cinta kepada kami. Ampunilah segala dosa kami yang senantiasa durhaka kepada kedua orang tua kami…
Putra Samay. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

My Blog List