Penolakan Calon Praja IPND Non Papua

Ikatan Mahasiswa/i Se-Tanah Papua (IMASEPA)Bandung Jawa Barat
"Penolakan Calon Praja IPND Non Papua"
"Pernyataan Sikap"
 Bandung Rabu 18 September 2013

Ada sebuah ironi yang terjadi di tanah papua dan hal ini semua pihak yang terkait mengetahui tetapi mereka aktor di baliksemunya,
Teman-teman saudara-saudara kalau kita mencermati ternyata selama bertahun-tahun  anakaslipapua yang mewakili kabupaten masing-masing di seluruh tanah papua untuk masuk berpendidikan di IPDN sangat sediki, sebagian besar yang selalu lolos bukan asli papua tetapi Non papua  ( kota tersebut ) sedangkan kita tau dana yang digelontorkan untuk calon praja IPDN ini sangat besar , dan dana itu berasal dari APBD/APBN.

Dengan melihat kenyataan ini kami dari ikatan mahasiswa/i Se-Tanah Papua (IMASEPA) Bandung Jawa Barat meminta kepada pemerintah Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, untuk tidak mengerim calon Praja IPDN  yang bukan asli dari setiap kabupaten-kabupaten yang berada di seluruh tanah papa.

Prioritas generasi muda asala papua, mengenai perekrutan mahasiswa untuk kuliah Institus Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

IKATAN MAHASISWA SE-TANAH PAPUA (IMASEPA) BANDUNG JAWA BARAT. Meminta Pemerintah kepada Provinsi papua dan Provinsi Papua Barat perlu prioritaskan generasi muda asli papua. mengenai  perekrutan mahasiswa/i untuk kuliah Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Adapun tuntutan sebagai beriku:

1. MENOLAK PEREKRUTAN CALON PRAJA IPDN NO PAPUA
2. MENGAPA BIAYA TES CALON PRAJA IPDN KINI SANGAT MAHAL
3. STOP KOLUSI, KORUPSI, NEPOTISME DI SELURUH TANAH PAPUA
4. ADANYA MAFIA REKRUITMEN CALON PRAJA IPDN
5. JANGAN MENJADIKAN REKRUITMEN CALON PRAJA IPDN SEBAGAI LAHAN BISNIS.

KORLAP : M. Sa'id Furu                                    PENAGUN JAWAB  : Wenseslaus Kobogau






 

Catatan Puisi-Mambesak Tetap Bergema

 
Bilur- bilur kerikil mengantongi jiwa
ku tak pandang cahaya berkas,
Sekantong kepedihan itu tak cukup,
karenanya, jiwaku rindu untuk kembali ke alamku,

Entahlah rindu ini tersayat kerikil benih,
kuharap, benih yang menabur untuk menjawab kerinduan.
Kerinduan untuk mewarnai alam yang polos
Untuk mengengam kebebasan

Biarlah kuberlari mengapai setitik cahaya ini
biarkanlah aku menuju dengan kebebasanku
Karenanya, pergilah engkau pergi
pergilah dengan sesayat peran tak bernilaimu

Biarkanlah diriku lepas bebas
Biarkanlah diriku merasakan kenyamanan dan kebebasan
Merasakan sentuhan polos surgaku
Mendegar suara insan dari negeri Mambesak yang mengema

 

By
Gunting Arus​
Putra Samay. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

My Blog List