Pahlawan Setan

Tidaklah jelas suatu keputusan
berkoar para pemulut besar
perdebatan mulai memuncak
tak perduli akibat dan tanggung jawab
Komentar seakan keputusan mutlak
peraturan menjadi biang kerusuhan
ironisme juga prasangka buruk
masyarakat dibuat linglung
Siapa yang benar...
mana yang salah...
siapa sang pahlawan
mana utusan setan
hanya kemunafikan yang di agungkan?

By
Gunting Arus​

Hati Yang Rapuh

Malam yang sunyi aku duduk seorang diri...
Memegang gitar yang tak tahu kuncinnya
Aku hanya bernyanyi tanpa kutikan iramanya gitar...
Aku hanya pandai bernyanyi bernyanyi dalam hati yang sunyi ini
Hatiku rampuh rampuh tanpa senyummu tanpa tawamu aku rapuh...
Aku hanya berdiam seorang diri dibelangkang tembok yang bercahaya samar dan rabun seperti hatiku yang rapuh tanpamu...

By-
Gunting Arus​

Sendiri Dikota Ini



Ku berjalan sendiri dikota ini jatuh dan bangun aku sendiri
Aku seorang diri tanpa kepedulian tanpa belas kasih sayang
Aku sendiri disini dikota ini,aku rapuh dan lemah berulangkali
Tetapi aku punya alasan untuk berada dikota ini,walapun seorang diri aku tetap masih disini...

By-
Gunting Arus​

Catatan Puisi-Perjalanan panjang




Penjalanan panjang

Sedih datang bagaikan mimpi
kenyataan hidup tak ku mengerti antara datang dan pergi
semunyanya terlihat nyata tinggalkan arti..

Derai air mata
tak melahirkan kebahagiaan untukmu yang disana kuatkanlah
Perpisahan adalah hal yang menyakitkan namun silkus waktu memberikan pelajaran
bahwa perpisahan bukanlah sebuah akhir melainkan awal kehidupan..


By-
Gunting Arus​

Catatan Puisi-Dongeng Mimpi


Peduli apa mereka

Suci saja tidak

Merembahkan diri di tempat

Bercakap tak mengarah

Mencari yang tak ada

Menanti yang tak pasti


Bosan degar bicara mu

Hanya logat itu-itu saja

Pasrahku kian menjadi ditengah keraguan

Membongkar kedok kepalsuan jiwa

Sebenarnya kau tak suci lagi

Membakar amarah tanpa sebab



Kepalsuan itu

Menari indah disetiap detik

Mengulum waktu tak mau berhanti

Buatku terpasung di rapuhnya harapan semu

Terperangkaplah kau disisi jalan sebelah

Dasar kau bicara

Mendendangkan dongeng mimpi

     By
 Gunting Arus​

Catatan Puisi-DPR

Dewan perwakilan rakyat Namun hidup tak merakyat Kepercayaan terjual oleh harta Hidup bagaikan dewa diatas budak Hidup diatas penderitaan semua orang Tak peduli sesama Bahagia mereka Duduk manis di gedung DPR Nyaman kursi membuat jati diri mereka hilang Nyaman ruang DPR dipenuhi AC kantuk diri ini Mereka tidur Dikala rakyat menderita tak mendapatkan kenyamanan ?


By
Gunting Arus​

Catatan Puisi-Sahabat Kerangka


Selamat malam sahabat kerangka ?


puisi malam di sebrang sana !


pada bayu aku timbulkan resah memerahberharap dingin nya siulkan tenang menyentuh hati


resah ku bertunas rindu


menyatu dalam nyanyian sehelir angin


jalan ku berhujung lafadz nama mu


menggali hiajau nya hari lalu


dengan sejengkal memori kusut di kepala ku


aku begitu tak bisa untuk tidak mengingat mu


aku ingin tau apa kabar mu


dan aku ingin segera kembali menuai senyum mu.



Catatan Puisi-Demi Waktu

Demi waktu

aku mengisyaratkan ketulusan di atas mahar sejarah suci

demi waktu

aku mensinonimkan kebahagiaan dengan keharuan setetes air mata

engkau yang bercincin kesetiaan sampai mati

terbelakangkah aku mengikatmu hanya dengan kalimah bismillah

terlalu nistakah aku menjadikanmu ma'mum hanya dengan sehampar sejadah

aku tak kuasa

aku terlalu bawah

untuk merebahkan istana dunia bagi hidup mu

namun aku tak akan tak kuasa

untuk merekahkan senyum sa'adah bagi sisa kehidupan mu dengan bismillah menuju ruang kebahagiaan bukan istana kehidupan.

Catatan Puisi-Perubahan Harapan

Perubahan adegan,perubahan gaya,perubagan harapan
tanpa penyesalan,kesempatan untuk menonton
kagumi jarak masih bekerja kira kau lupa,
warna berbeda bayangan berbeda,lewati masing masin,
kesalahan yang telah terbuat,aku di salahkan tanpa arah,
begitu di lihat isi senjata tak bebaskan aku dari hukuman cintamu?

Catatan Puisi-Senjaku

Senjaku mulai redup

alamku mulai gelap

aku bimbang

aku bingung!!!

Mau kemanakah aku

mau sampai dimana kah langkahku

mau sampai dimana lagi aku mencari hidup!!!

Ooohhhh!!!

semua ini sudah gelap

semua ini sudah hilang

semua ini sudah tertelan gelap

kini aku hanya diam dan membisu melihat senjaku yg kini telah redup dan malamku yg gelap!!!!!!!



By
Gunting Arus​
Putra Samay. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

My Blog List