Catatan Puisi-Demi Waktu

Demi waktu

aku mengisyaratkan ketulusan di atas mahar sejarah suci

demi waktu

aku mensinonimkan kebahagiaan dengan keharuan setetes air mata

engkau yang bercincin kesetiaan sampai mati

terbelakangkah aku mengikatmu hanya dengan kalimah bismillah

terlalu nistakah aku menjadikanmu ma'mum hanya dengan sehampar sejadah

aku tak kuasa

aku terlalu bawah

untuk merebahkan istana dunia bagi hidup mu

namun aku tak akan tak kuasa

untuk merekahkan senyum sa'adah bagi sisa kehidupan mu dengan bismillah menuju ruang kebahagiaan bukan istana kehidupan.

0 Response to "Catatan Puisi-Demi Waktu"

Posting Komentar

Putra Samay. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

My Blog List